Rintik hujan tidak bisa memilih dimana ia akan jatuh..
Namun setiap partikel air sejatinya mengerti..
Banyak permukaan yang bisa ia basuh..
Tidak semua butir jatuh ke dahan..
Mengairi tanaman dan pepohonan..
Tidak pula semua bulir menetes ke comberan..
Terseret arus..bercampur lumpur..
Kulitnya terhempas..jernihnya terampas..
Lelah mengalir..
Lupa tujuan..
Sebagian hujan hinggap tergenang..
Hanya diam menatap langit..
Menikmati hidup yang berlalu-lalang..
Tanpa menyadari bahwa Matahari merenggut nyawa-nya secara perlahan..
Rintik hujan tidak bisa memilih dimana ia akan jatuh..
Awan yang mengandung hanya bisa berkabung..murung..
Melihat angin tak berhenti membelai hujan..hingga butir-butir lupa untuk apa ia diciptakan..
Tapi cobalah sadari..
Betapa Bijaksana nya Raja Langit dan Bumi..
Tidak kah kau melihat rumput-rumput yang menjuntai di dinding comberan..?
Bukankah semak belukar tumbuh menjalar di tepi jalan..?
Rintik hujan tidak bisa memilih dimana ia jatuh..
Namun detik menghidupkan pilihan kemana rintik dapat bersimpuh..
Sekejap..
Hanya sekejap..
Pada akhirnya semua akan lenyap..
Ada yang khidmat terserap..
Ada yang sempat hinggap..
Ada yang sekedar menguap..
Wollongong,
20 April 2015.
Hujan Angin.
Sangat dingin.
Assalamu'alaykum Wr.Wb. Look at this my sons..my girls..your father had a Blog.. (Ceritanya anak gw baca..)
Monday, 20 April 2015
Hujan Selalu Bercerita..
Sunday, 8 February 2015
Masjid atau Toko Buku
"Ruh-ruh itu ibarat prajurit-prajurit yang dibaris-bariskan. Yang saling mengenal diantara mereka pasti akan saling melembut dan menyatu. Yang tidak saling mengenal diantara mereka pasti akan saling berbeda dan berpisah." (HR Al Bukhari [3336] dan Muslim [2638])
Bergumam hati ini.."Ada Toko Buku di Masjid UI.."
21 Januari 2015.
Ba'da Ashar. Masjid Ukhuwah Islamiyah. Kampus UI.
Dilantunkan Surat Al-Furqon ayat 12-20.
Pukul 16:09 WIB.
Handphone bergetar, menggoda jantung yang memang sudah berdebar.
Di ujung gerbang berdiri sosok serba hitam.
Merunduk anggun menjaga pandangan.
Sore itu langit memang kelabu.
Namun rintik gerimis melunturkan ragu.
30 detik..
Mungkin kurang..
30 detik..
Tidak lebih.
Setengah menit itu singkat.
Tapi bukankah semua kembali kepada niat?
Jika takdir telah mengikat, apa yang manusia bisa perbuat?
Dimensi dan Frekuensi Ruh itu abstrak.
Tetapi hati dan doa tak pernah berjarak.
Ketika yakin telah membatu.
Ketika tidak tersisa lagi rasa ragu.
Tak ada lagi yang kutunggu.
Kutemukan hakikatku.
Hari itu, hari Rabu.
Bergumam hati ini.."Ada Toko Buku di Masjid UI.."
21 Januari 2015.
Ba'da Ashar. Masjid Ukhuwah Islamiyah. Kampus UI.
Dilantunkan Surat Al-Furqon ayat 12-20.
Pukul 16:09 WIB.
Handphone bergetar, menggoda jantung yang memang sudah berdebar.
Di ujung gerbang berdiri sosok serba hitam.
Merunduk anggun menjaga pandangan.
Sore itu langit memang kelabu.
Namun rintik gerimis melunturkan ragu.
30 detik..
Mungkin kurang..
30 detik..
Tidak lebih.
Setengah menit itu singkat.
Tapi bukankah semua kembali kepada niat?
Jika takdir telah mengikat, apa yang manusia bisa perbuat?
Dimensi dan Frekuensi Ruh itu abstrak.
Tetapi hati dan doa tak pernah berjarak.
Ketika yakin telah membatu.
Ketika tidak tersisa lagi rasa ragu.
Tak ada lagi yang kutunggu.
Kutemukan hakikatku.
Hari itu, hari Rabu.
Di depan masjid dan toko buku.
![]() |
Saturday, 13 December 2014
Ada Apa Dengan Anjing?
*Sebelumnya gw mohon maaf jika anda merasa risih saat membaca tulisan
tentang Anjing ini.
Anjing adalah binatang sejenis mamalia,
berkaki empat, berbulu dan bersuara guk-guk. Anjing ini bermacam-macam ras nya
mulai dari yang besar seperti Doberman
dan St.Bernard hingga yang kecil
seperti Chihuahu, ada yang lucu unyu-unyu seperti Papillon dan Poodle sampe yang sangar macam Pitt
Bull dan Bull Dog. Gw
pribadi menjagokan Anjing Huskies
sebagai ras anjing paling kece.
Anjing adalah salah satu hewan
peliharaan favorit bagi kebanyakan orang setelah tikus, kecoa dan nyamuk. Mungkin
karena anjing itu memang cukup cerdas, lucu, bisa dilatih, dan bagi yang pernah
nonton film Hachicko mungkin akan mengerti bahwa anjing itu setia..ga kaya si dia.
#dih.
Bagi umat muslim, anjing tidak
begitu populer karena memang sejak 1400 tahun yang lalu, selain haram (haram untuk dimakan, bukan untuk dipelihara) Rasulullah SAW bersabda
bahwa Liur anjing itu termasuk najis yang berat..butuh dibasuh tujuh kali,
salah satu nya dengan menggunakan tanah untuk menyucikan bekas jilatan anjing.
(Disarikan dari HR. Muslim). Ditambah lagi risiko tergigit, menjadikan Anjing
menjadi binatang yang tidak dianjurkan untuk dipelihara. Belakangan penelitian
modern memang membuktikan bahwa liur anjing dari jenis apapun berbahaya bagi
manusia. Bahkan lebih jauh lagi, eksperimen membuktikan bahwa molekul yang
terkandung di dalam tanah menyatu dengan kuman-kuman dalam liur anjing,
sehingga mempermudah proses sterilisasi kuman secara keseluruhan. Cool...
Njing…
Tanpa kita sadari, anjing sudah
menjadi binatang paling populer bagi masyarakat Indonesia secara umum,
khususnya bagi pemuda-pemuda penerus generasi bangsa. Tidak percaya? Coba deh main
ke tempat nongkrong pelajar atau mahasiswa..Silahkan hitung berapa kali kata Anjing
disebut dengan mesra dalam percakapan mereka. Niscaya jari tangan dan kaki anda
tidak cukup.
Apakah Anjing adalah suatu kata sapa
yang kasar? Pertanyaan ini lah yang membangkitkan rasa penasaran sekaligus
miris gw. Anjing itu binatang, jelas. Bagi orang Islam bahkan anjing ini
terkesan hina, walaupun dengan mengharamkan liur nya bukan berarti Islam
menghinakan binatang Anjing sebagai salah satu ciptaan Allah (Bahkan jaman Nabi
dulu, anjing sudah dijadikan peliharaan dengan tujuan menjaga ternak, teman
berburu, atau penjaga tanaman). Bagi masyarakat, jelas sapaan “Anjing” bukanlah
sebuah lontaran pujian atas kecerdasan, kelucuan apalagi kesetiaan seseorang,
malah agak-agak nya lebih masuk akal kalo Anjing itu di asosiasikan dengan
ketidak-setiaan. Coba bayangin lo punya pacar..eeeh dia selingkuh sama temen lo…rasa-rasanya
lebih berhak dapat sapaan Anjing bukan? Ngikikikikik.
Ameliorasi? apa Salah persepsi?
Bahasa itu dinamis. Berubah
seiring berjalannya waktu. Idiom baru, pernyempitan makna, perluasan makna
adalah hal yang tidak bisa dihindari. Coba liat 10 tahun kebelakang, sudah
berapa banyak istilah-istilah baru yang secara tidak langsung telah menambah
kosakata kita. Kita pas SMP tidak tahu apa itu Selfie selain ratu dangdut, saat itu kita belum paham kalo Keong Racun itu ga main disawah, kita pas SMA sudah
tahu bahwa cabe itu pedas, tapi saat itu kita tidak tahu kalau ternyatua cabe
ada juga yang manis, walau kebanyakan busuk (cabe-cabean). Kata Jablay pun dulu sempat
diasosiasikan dengan pelacur, tapi sekarang kayanya sudah terjadi Ameliorasi (peninggian
makna) sehingga dirasakan tidak seburuk sebelumnya (lebih tinggi/hormat/baik
maknanya) terbukti gw beberapa kali mencuri dengar beberapa anak muda memanggil
temannya dengan panggilan Jablay, seperti halnya Gifar yang dipanggil Mpay.
Bisa jadi kata sapa Anjing pun
telah menjelma menjadi kata yang tidak kasar lagi bagi banyak orang. Tak ada
bedanya dengan Cuy, Bro, Bray, Boy, dan kata sapa lainnya. Bisa jadi.
Kemungkinan lainnya adalah, gw sudah
salah persepsi.
Dulu pas gw masih SMP-SMA, tahun 2000-2006
(yaah..ketauan deh umur gw yang sudah matang), persepsi gw saat itu, kata-kata kasar
(termasuk anjing dan kawan-kawan seperbinatangan lain) atau jorok (termasuk anatomi
tubuh seperti bulu ketek dan upil..kan jorok tuh) adalah privilege bagi
anak-anak bandel, pentolan-pentolan sekolah. Yaa minimal butuh positioning sebagai begundal-begundal
para pentolan sekolah untuk berhak menggunakan kata-kata tersebut.
Salah persepsi amat mungkin
terjadi dalam diri gw. Karena dari kecil gw sejujurnya agak cupu dan kurang bernyali
dalam hal mengeluarkan kata-kata kasar. Lingkungan serta didikan keluarga gw
sedemikian rupa telah membuat gw (dan abang serta adik gw) merasa takut dan gimanaaaa
gitu kalo berkata-kata kasar, di benak gw kaya takut dosa gitu. Gw ingat persis, pas masih
SD, gw berantem sama abang gw gara-gara rebutan remote TV, akhirnya gw menyerah,
karena dicekek ke tembok. Mewek lah awak. Sore nya, abang gw main keluar, karena
terbakar api emosi yang membara..gw lari kedepan rumah..gw kumpulkan segenap
keberanian yang ada di dalam diri gw..dan saat hati sudah mantap,sambil menatap
abang gw yang lagi main di ujung jalan komplek..gw teriak sekuat tenaga:
“Bang Ikih Begooooo…!!!!!”
Sedetik kemudian gw ngacir ke
dalam rumah..masuk ke kolong tempat tidur. Gw tunggu beberapa menit, kayanya
dia ga nyamperin. Apa ga denger kali ya? Tauk dah..yang penting puas banget
saat itu..hahaha..dan udah berapa kali lebaran juga…udah maap-maapan lah..
Waktu pindah dari Bandung ke
Bekasi, SMP kelas 2, salah satu culture
shock yang gw hadapi adalah masalah bahasa. Saat itu gw mendapati kata “Goblok”
adalah kata yang umum digunakan dalam percakapan sehari-hari. Saat itu, gw
harus melalui fase galau dan mikir berkali-kali dulu sebelum akhirnya gw berhasil
mengucapkan kata “Goblok” pertama kalinya di depan umum.
Ya, butuh dicekek ke tembok dulu
buat gw untuk bilang kata “Bego” dan galau dulu untuk ngucap kata “Goblok”.
Anjing? Saat itu ga pernah terlintas untuk gw ucapkan di depan umum.
Bisa jadi kata sapaan Anjing itu
tidak kasar. Itu hanya persepsi gw saja yang salah. Atau standar kasar gw yang
rendah.
Dua kemungkinan diatas (Ameliorasi
dan Salah Persepsi) selama ini sudah mengobati rasa risih gw tiap mendengar
orang beranjing-anjing dalam perkataannya. Tapi 3 momen yang gw alami dalam
tempo 1 minggu ini membuat gw gundah bertanya-tanya..
Kandang Anjing
Minggu lalu, gw makan bersama teman-teman di sebuah restoran yang
cukup besar. Kami makan di ruang utama restoran..di meja yang cukup tengah.
Cerita seru haha hihi..hingga sampai ke sebuah topik yang lucu..si A dulu mau jual
barang..dia bilang ke si B bahwa dulu dia beli harganya sekian. Eeh ternyata
pas lagi makan kemarin ngaku bahwa sebenernya harganya jauh lebih murah dari
yang dulu dia bilang..kita pun ketawa-tawa.. si B pun ikut ketawa-tawa:
B: “Si Anjiiiing…ni anak..temen
juga di makan! Anjing Anjing Anjing Anjing Anjing Anjing Anjing….(diulang
dengan suara yang cukup keras untuk didengar semua orang di restoran)”
Risih sih..tapi karena si A emang
kocak..gw ketawa-ketiwi aja..
Beberapa hari lalu, gw baca di twitter bahwa Payung Teduh, salah
satu band favorit gw saat ini akan tempil sebagai bintang tamu di acara salah
satu Fakultas di UI (bukan Fakultas Ekonomi yah catet). Dihadiri oleh
ketua-ketua organisasi mahasiswa fakultas, Badan-Badan Otonom, Semi Otonom
termasuk keagamaan serta Badan Perwakilan Mahasiswa. Ternyata itu adalah acara
malam apresiasi untuk semua Organisasi Mahasiswa di Fakultas tersebut. Malam
apresiasi atas kepengurusan mereka selama sepanjang tahun 2014. Konsep acara
yang sungguh menarik gw pikir. MC nya juga lumayan kocak. Ada momen dimana saat
dia lagi asik nge-MC tiba-tiba ada telepon masuk ke HP sang MC, ternyata Ibu
nya yang menelpon. Si MC cuek aja ngobrol sama Ibu nya sambil tetap memegang microphone sehingga audience bisa dengar
percakapannya.
MC: “iya ma, besok pagi aja
berangkat..jam 6. Hallo.. Mah?
“Hallo..?Hallo…?Hallo..?”
“Wah anjing dimatiin..!”
“Hallo..?Hallo…?Wah belum mati!
“Sialan gw ketauan ngomong Anjing!”
Hahaha..koplak juga tu MC..udah
ngomong Anjing ternyata belum mati teleponnya..wkwkwk. Anyway, sepanjang gw
denger celotehan si MC, ga keitung berapa Anjing yang dia keluarkan. Ya, di depan
para hadirin yang mayoritas mahasiswa, lebih-lebih lagi aktivis mahasiswa.
Pagi tadi, gw memutuskan untuk berenang di salah satu sport center deket rumah (di Bekasi juga
ada sport center woy!!). Pas mau bayar,
kata si resepsionis..”tanda tangan dulu..SMA xx kan?” (Aje gileeee…udah
jenggotan begini masih dikira anak SMA!!). Ternyata hari ini anak-anak SMA xx
lagi kelas olahraga berenang. Jadilah gw berenang sambil menyaksikan anak-anak
SMA (Cowok, yang cewek absen doang tapi ga berenang. ((((((((((Sial.sigh.wekekekek.)))))))))).
Anak SMA itu kalo udah ngumpul,
berisik beuttt dah! Becanda-canda..ledek-ledekan..
A: “Uwannjing gw ga
bisa berenang Anjing!”
B: “Anjeeeeng disitu
dalem Anjing! Takut gw Anjing!”
C: “Anjing lu, rese
banget! Gw berenang dipeganing kaki gw, Anjing!”
D: “Lu pake gaya
Anjing aja. Lu diem aja muka lu udah kaya Anjing”
Kira-kira 1 jam lebih gw berenang,
dan gw mendengar kata Anjing dalam jumlah yang bahkan jauh lebih banyak dari
jumlah mantan gw ditambah jumlah gebetan-gebetan gw dari SMP.
Satu hal yang menarik, saat mereka
dengan lantangnya berunjang-anjing, di saat bersamaan, sang guru olahraga berdiri di tepi kolam renang sambil
memegang papan absen dan menguji kemampuan renang sang murid satu per satu.
Sekedar info, dialog si C diatas, diucapkan saat si C sedang di tes renang oleh
sang guru.
3 momen diatas membuat gw sadar
bahwa saat ini Anjing telah menjadi hewan yang begitu populer. Buktinya banyak yang
memelihara Anjing dan dikandangi di mulut.
Ada Apa Dengan Anjing?
Ada apa dengan Anjing? Kenapa mereka
semakin populer saat ini? Coba saja diingat-ingat, dulu, kata Anjing tidak
segitu mudah nya keluar dari mulut seorang pelajar ,apalagi dari mahasiswa yang
menjadi MC di acara mahasiswa. Dulu, rasanya tidak semua orang punya privilege untuk mengucapkan dan
mendengarkan kata itu. Butuh occasion dan
kondisi tertentu untuk itu. Tapi kenapa sekarang jadi seliweran gini yah. Kalian
diatas tadi protes protes ga saat gw menyematkan Anjing sebagai kata sapaan,
bukan makian?. Risih ga sih di telinga kalo
denger orang beranjing-anjing?.
Gw percaya, bahwa baik buruk dan
sopan santun lebih ke masalah persepsi. Norma di lingkungan sosial yang akan
lebih menentukan. Sebagai contoh, mengucapkan (maaf) Dancuk ke teman kita yang
berasal dari Surabaya akan direspon dengan berbeda jika kita ucapkan ke teman
yang berasal dari Jogja. Bisa jadi lingkungan sosial (di Jabodetabek paling
tidak plus Bandung dan sekitarnya sih dengan “Anyiiing”-nya) telah mulai
menerima kata Anjing sebagai kata sapaan umum.
Bisa jadi..ya kan?
Kata Ustadz..
Pahala dan Dosa memang domain
Allah SWT. Tapi hati-hati juga, karena Islam mengatur pula tata cara kita
berinteraksi dengan sesama. Dalam Al-Quran surat Al Hujurat ayat 11 “Hai orang-orang yang beriman……dan janganlah
kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk….”. Di perkuat juga
dengan hadits yang berbunyi serupa “Dan
janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar yang buruk” (HR Ahmad).
Tuh..ga boleh kan bro..
Banyak lagi hadits-hadits lain
yang menganjurkan kita untuk menjaga lisan kita. Dan bukankah setiap kata yang
keluar dari mulut kita nanti akan dimintai pertanggungjawabannya.
Bukan bermaksud menggurui, hanya
mencoba menasehati dalam hal kebaikan. Bukankah itu sebuah kewajiban? Kewajiban
yang mulai tergerus oleh asas “Hidup-hidup guee..” dan turunannya : “Mulut-mulut
gw, suka-suka gw”
Ini sekaligus jadi pengingat bagi
gw pribadi juga untuk lebih menjaga lisan. Kadang masih suka ngeledekin orang
sih hehe. Mohon Maaf buat bro Danu Ardi Kuncoro yang belakangan ini gw panggil
Tempe Bacem. Abis lo duluan yang mulai bro.
Bu…Bu…Bu….Busettt..
Dalam kebanyakan kasus, kata-kata
kasar seperti Anjing dan sebangsanya sudah menjadi kebiasaan dan relfeks mulut
saat merespon sesuatu. Njing..Nyet..Babi..dan kata-kata lain yang bahkan ga
pantas gw tulis, Ngalir aja keluar dari mulut ga pake mikir lagi..
Gw berterima kasih sama Ibu gw,
yang dari gw kecil selalu Nasihatin gw perihal berkata-kata kasar. Nasihat beliau
yang sedikit bernada menakut-nakuti cukup efektif buat gw untuk menjaga relfeks
mulut, agar gak kebiasaan ngomong kata-kata kasar atau jorok.
Nasihat Ibu kurang lebih begini:
“Jangan kebiasaan refleks ngomong
kasar..kaya Buset, dan lain-lain !! Nanti pas lagi sakaratul maut bukan nya Laa
Ilaha Illallah..malah Bu..Bu..Bu…Bussett…”
Man! Amit-amiittt..amit amit…jangan
sampe pas sakaratul maut..kita malah bilang:
“Anjing..Anjing…Anjing…Njing….sakit nya tuh disini..sakitnya tuh disini…”
Ini juga berlaku sama orang-orang
yang suka mempelesetkan lafadz Allah..
Allah jadi “Awoh”
lah..Astaghfirullahal’adzim jadi “Astajim” lah..
Kesel banget gw sama yang model
begini! STOP MAKING FUN OF OUR GOD!!
Ada 99 Asmaul Husna..pilih aja
satu..ga usah terlalu kreatif bikin yang lain.
Cuy….
Jika benar telah terjadi
ameliorasi terhadap kata Anjing, dan terjadi pergeseran Norma di tengah
masyarakat yang membuat kata Anjing tidak lagi terdengar kasar dan membuat
risih di telinga. Gw khawatir pergeseran atas norma lain perlahan akan (atau bahkan sedang?)
terjadi juga di masyarakat. Minum alkohol, ngeganja, ngedrugs , sex bebas, hamil diluar nikah, tidak solat tidak puasa tidak
bisa baca quran (bagi yang muslim), dan hal
lain yang dulu dianggap tabu, sekarang jadi hal yang patut dibicarakan
(lah..ini mah slogan SILET…ngehehehe). Intinya yang dulu dianggap luar biasa,
mengerenyitkan dahi, memicingkan mata, memonyongkan mulut dan menghentak nafas,
akhirnya menjadi hal yang biasa-biasa saja. “Ah biasa aja kali, semua juga gitu”.
Kalau sudah begitu, gimana nasib
anak gw nanti…harus dibesarkan dalam lingkungan macam itu?! Ngeri bro..Ngeri!
Plus sedih…
Sedih karena belum tau siapa Ibu
nya. #Gedumbraaankk #TerektekDungCesss
Buat teman-teman semua yang masih
bergelut dalam dunia Per-Anjing-an..
Cuy…Kurang-kurangi lah…
Ganti aja dulu sama An….cooool…An…jasmara….Ahn…Jung
Hwan atau Anj…ak Piutang…
Pendapat dan jalan pikir gw belum
tentu benar. Salah persepsi amat mungkin terjadi. Bisa juga karena standar gw
terhadap kekasaran kata yang relatif rendah. Tapi sampai sekarang gw masih
merasa bahwa “Anjing” adalah sebuah kata "sapaan" yang kasar dan tidak sopan. Bagi
yang ga setuju, coba tes..panggil Ibu atau Ayah, atau yang lebih gampang, Kakak
kalian..terus bilang:
“Njing, liat sepatu aku ga?”
Sekian dan mohon maaf lahir
batin.
BEKASI – Kota Korban Bully
13 December 2014
Saturday, 30 August 2014
Hening..
Gelap malam menelan hiruk..
Sunyi udara menekuk pikuk..
Saat semesta bergeming sejuk..
Hati manusia perlahan merunduk..
Gelap bukanlah hakikat..
Hanya cahaya yang tak terhadirkan..
Gelisah bukanlah tabiat..
Hanya nurani yang terabaikan..
Diujung malam yang menjemput pagi..
Saat mentari berkemas untuk berbagi..
Rembulan tak bersedih hati..
Dia tau pasti kapan harus kembali..
Dunia akan berhenti, tidak abadi.
Jiwa itu sejati, kalbu itu suci..
Lalu mengapa kita berdusta lagi..
Ketika tak ada yang pasti..
Kecuali Mati.
Sunyi udara menekuk pikuk..
Saat semesta bergeming sejuk..
Hati manusia perlahan merunduk..
Gelap bukanlah hakikat..
Hanya cahaya yang tak terhadirkan..
Gelisah bukanlah tabiat..
Hanya nurani yang terabaikan..
Diujung malam yang menjemput pagi..
Saat mentari berkemas untuk berbagi..
Rembulan tak bersedih hati..
Dia tau pasti kapan harus kembali..
Dunia akan berhenti, tidak abadi.
Jiwa itu sejati, kalbu itu suci..
Lalu mengapa kita berdusta lagi..
Ketika tak ada yang pasti..
Kecuali Mati.
Friday, 1 August 2014
MayDay! MayDay! MayDay!
MAY
DAY
1 Mei diperingati sebagai hari buruh
sedunia. May Day. Merupakan hari penting bagi para buruh, sang pahlawan
Industri, sebagai momen untuk menyuarakan kegelisahan serta menyampaikan
harapan-harapan mereka. Terhitung sejak tahun 2014, 1 Mei di Indonesia telah
menjadi hari libur Nasional..menambah daftar tanggal merah di kalender
Indonesia..terima kasih untuk Pak SBY.
Pagi itu gerimis turun..udara sejuk yang
berpolusi meniup hati gw yang sedang hangat, dan hati orang-orang terdekat gw
yang bersiap melepas kepergian gw untuk merantau studi ke negeri seberang. 1 Mei 2014 bertepatan dengan hari Kamis., merupakan
hari penting bagi hidup gw, sang pahlawan dihatinya (ngik-ngok), Momen untuk
melanjutkan perjuangan mengejar cita-cita dan menuntut ilmu yang semoga akan
bisa bermanfaat bagi gw dan banyak orang.
Lalu lintas relatif lengang, mungkin karena
banyak orang yang khawatir aksi buruh akan membuat jalanan macet, padahal
setiap hari Jakarta macet tak peduli tanggal merah atau hitam, tua atau
muda.
LALU LINTAS DILAPORKAN MACET
Lengang-nya jalan menuju bandara
kontras dengan macet nya lalu lintas administrasi visa pelajar gw. Setelah
berjuang mendapatkan sekolah dan beasiswa (baca: Apa lu baca2?!) ternyata gw masih harus
berjuang untuk mendapatkan izin berkuliah dari pemerintah Australia. Awalnya gw
berencana untuk berangkat bulan Januari 2014, tapi hasil rontgen gw saat medical
check pada bulan Desember 2013 menunjukan ada indikasi masalah di
paru-paru, yang memaksa gw mengambil tes lanjutan yang membutuhkan waktu 10-12
minggu, untuk membuktikan bahwa gw tidak mengidap TBC.
10-12 minggu..dezigggg…”wah..batal
nih kuliah.. batal deh nih…” “wah..gw sakit apaan ini yah..ngeri juga
nih kalo paru-paru kenapa2..”.
Dokter spesialis paru-paru
bingung dan ga berani ngasih diagnosis atas foto rontgen gw. Tunggu hasil tes
lab saja katanya. Bingung lah gw..Cuma bisa berdoa agar urusan visa
dilancarkan..dan yang paling penting agar paru-paru gw baik2 saja.
Doa..doa..doa..doa..minta doa..minta doa..minta doa..entah berapa banyak orang
yang gw minta untuk doain gw..karena gw yakin banget doa itu powerful..
Kasak kusuk menghubungi pihak
kampus untuk memohon penundaan kuliah..ternyata pas banget di 2014 ini untuk
pertama kalinya program gw diubah formatnya jadi Trimester, bukan Semester, dan
Trimester berikutnya di mulai di bulan Mei..dan pihak kampus mengizinkan gw
untuk menunda satu Trimester..Fiuuuh.. Alhamdulillah..
Di tengah kerisauan menunggu
hasil tes paru-paru, baru sadar bahwa Letter of Acceptance yang baru
statusnya adalah Conditional padahal awalnya Unconditional. Ternyata
sertifikat Toefl iBT gw expired 1 minggu sebelum permohonan gw untuk menunda
kuliah. Kampus meminta gw untuk mengambil tes iBT atau IELTS lagi..alamak..aya
aya wae. Belajar grammar lagi..semua mp3 dihape diganti file listening..dititik ini gw udah memutuskan..kalau IELTS gw kurang..yaudahlah..berarti emang ga boleh berangkat..disuruh nikah atau main FTV mungkin? (ngga). Ternyata IELTS cukup..yaah..belum nikah deh sampe sekarang.. =[ (yes..dapet alesan bagus!)
Awal April hasil tes paru-paru keluar, paru-paru gw clear..Alhamdulillah ga ada masalah. Foto Rontgen gw ternyata memang ga normal, Dokter bilang kemungkinan ada kelainan pembuluh darah di paru-paru gw, tapi tidak berbahaya dan tidak membutuhkan pengobatan. Iyaaaa orang gw sehat-sehat aja kok! Main bola juga masih kuat! Ayo sini ngadu! Tapi elo yang bayar lapangan ya.
Awal April hasil tes paru-paru keluar, paru-paru gw clear..Alhamdulillah ga ada masalah. Foto Rontgen gw ternyata memang ga normal, Dokter bilang kemungkinan ada kelainan pembuluh darah di paru-paru gw, tapi tidak berbahaya dan tidak membutuhkan pengobatan. Iyaaaa orang gw sehat-sehat aja kok! Main bola juga masih kuat! Ayo sini ngadu! Tapi elo yang bayar lapangan ya.
Pertengahan April Visa pun granted.
Sedih dan Khawatir pasti ada
selama masa penantian visa..tapi at the end, ternyata banyak banget hikmah dari
tertundanya keberangkatan gw..
Bisa merampungkan urusan kerjaan kantor..bisa 1
bulan dulu puas2in nganggur di rumah.. bisa nunggu Ibu ikhlas melepas gw pergi
(karena sebelumnya keliatan kurang ikhlas)..bisa dateng ke nikahan orang-orang
dekat..bisa nonton konser MLTR band favorit pas SD.. punya waktu lebih untuk
siap2..bisa punya IELTS yang bisa dipakai 2 tahun kedepan, siapa tau butuh kan
buat perpanjang KTP.. terus juga jadi bisa menata hati..(uwopooo iki...?! )..mempersiapkan
hati untuk meninggalkan tanah air dan segala hal yang ada disana..gitu..
![]() |
| Abang-Adek Ibu-Ayah Full Team.. |
![]() |
| Sohib-sohib ga full team.. |
![]() |
| Sun Musa suuun... :* |
CUACA DILAPORKAN CERAH TAK BERAWAN
Duwiiingin cuy!!!
Itu
kesan pertama begitu keluar dari Kingsford Smith Airport, Sydney. Gw tiba saat
Autumn (musim gugur), suhu saat itu sekitaran 12-15 derajat celcius. Untuk
ukuran orang Jakarta coret Bekasi, ini kebangetan dingin..Pake jaket double
juga masih tembus sampai perut udara dinginnya. Oiya, terima kasih banyak buat
kawan seperjuangan, A.R, yang udah repot2 jemput gw di airport, ngurusin
penginapan untuk beberapa hari awal gw di Australia dan udah meng-arrange
jalan2 keliling Sydney..serta udah ngasih info-info penting terkait kehidupan
sehari-hari (makanan, transport, dll dll dll) di Australia..dan atas supportnya
selama masa penantian Visa.. Thanks berattttt eeeerrr …! =D
Untuk
Mami Cut, Mas Erwin, dan Bila si bawel ..terima kasih banyak sudah menyambut gw
dengan hangat...jadi punya sandaran kalo jenuh dan jadi punya keluarga baru..
nambah anak satu deh jadinya Mami..hehehe..
Gw
ga suka sama langit Australia..karena sering banget cerah TIDAK berawan..zooong
aja biru ga ada awan..padahal gw suka ngeliat awan.. tapi kalo lagi malam jadi
bagus sih..soalnya bintang dan bulannya jadi ga ketutup awan..(jadi mau lo
apa?)
UNJUK
RASA DILAPORKAN OLEH WONG SONGONG
Mungkin
beberapa orang menganggap gw itu orangnya Songong..pas berarti..gw ambil kuliah
Master of Forensic Accounting di University of Wongsongong..terletak
di kota Wollongong, kota terbesar ke-3 di Negara bagian New South Wales,
setelah Sydney dan Newcastle. 1 jam 20 menit ke arah selatan jika naik Train
dari Sydney. Wollongong berasal dari kata aborigin, yang artinya “sound of
the sea”. Jumlah penduduknya diperkirakan sekitar 300.000 jiwa,
cukup sepi. Sepi deng ga pake cukup. Sepi aja.
Terima
kasih banyak untuk M.Bayu Aji Sumantri, yang telah bersedia menampung gw
beberapa malam karena tak kunjung dapat tempat tinggal saat itu. Tenang
bay..rahasia kita berdua aman.. ga akan gw ceritain siapa2 kalo kita pernah
tidur satu kasur berdua..satu selimut berdua...amaaaan...
![]() |
| Wollongong..foto hasil googling..hehe |
Sejauh
ini hal yang seru dari perkuliahan disini adalah dapat teman2 baru dari
berbagai negara.. kerja kelompok dan presentasi bareng sama teman2 dari
berbagai bangsa..dan tentunya jadi terpaksa untuk terus memperbaiki kemampuan
bahasa inggris. Tugas dan ujian
mah ga usah dibahas..yang pasti celetukan “Siapa suruh kuliah lagi?!” cukup
sering terlintas di kepala, bahkan beberapa kali terucap padahal lagi ga
ngobrol sama siapa2..heee. Sibuk banget sih ngga juga..cuma emang dasar
deadliner pemalas aja gw. Heeee.
| |
| Satu sudut di University of Wollongong |
Rapi,
Teratur dan Bersih..itu aja yang membedakan Australia dan Indonesia. Hal-hal
kecil tapi kalau massive dan rutin, efeknya signifikan. Mungkin karena
jumlah pendudukanya juga sedikit jadi lebih mudah diatur kali yah..cuma sekitar
22 juta penduduk..bandingkan dengan Indonesia yang lebih dari 230 juta..(source:
Statistik).
Tapi yang menarik..orang sini ternyata ramah2 dan peduli sama orang lain
loh..senyum dan sapa itu udah kaya jadi budaya umum..malah di beberapa momen gw
merasa orang Indonesia kayanya kalah ramah dan peduli sama orang Australia.
Orang Indonesia itu dulu terkenal sama keramahannya..tapi sepertinya
modernisasi dan tekanan hidup sudah memperkosa keramahan masyarakat Indonesia,
semoga gw salah.
Sepi..
disini jam 5 sore toko2 sudah tutup.. belum
lagi selama winter jam 7 pagi baru mulai terang..jam 5 sore udah
gelap..hari-hari pun terasa lebih pendek jadinya..sepi..buat orang kaya gw yang
suka banget bersosialisasi dan berinteraksi sungguh merupakan masalah
tersendiri. Jadi maklum lah kalo yang ada gw makin eksis di medsos..ya
karena..sepi.
(ga mau nulis kesepian..karena ga kesepian kok..Cuma sepi
aja..sepi.)
Mahal..
Kalo ngeluarin uang terus
dirupiahkan..sakit hati lah. Hehe. Sekali makan kalo beli bisa $10..tapi kalo
masak bisa jauh lebih hemat..untungnya gw jago masak yang ngegoreng..goreng
telor..goreng nugget..goreng kentang..goreng nugget ikan..goreng ayam ga pake
bumbu..goreng telor lagi..goreng nugget lagi..goreng kentang lagi..goreng nugget
lagi..kentang lagi..kentang lagi..nugget lagi. Pengen dendeng ih.. :”(
Tapi gw pernah 2x masak sop, yang hasilnya
bener2 enak menurut gw..enak benerannn..layak untuk dijual lah menurut gw
sih..tapi 2x enak dari 5 percobaan sih..3 lainnya mmeeeh.
Biaya paling mahal sih tempat
tinggal..rate per minggu nya kalo di Sydney bisa $200 kurs Rp 11.000 lah kira2.
Untung di Gong ga semahal itu..huhuy.
Di bulan Juni..Winter pun tiba..ditandai
suhu di waktu subuh yang konsisten dibawah 9 derajat celcius..tercatat paling
dingin selama gw disini 3 derajat..(realfeel AccuWeather, entah akurasinya
gimana yang pasti adem be’eng ga bo’ong!). Jemuran pun sulit kering..mandi pun
jadi males..minum pun jadi males..karena takut harus pipis..klo pipis nanti
wudhunya batal..kalo batal ntar kena air lagi..atut..
Bulan Ramadhan hadir ditengah Winter..ini
pun memberikan kesan tersendiri..hmmm..tentang Ramadhan dan Idul Fitri di
Wollongong akan gw coba ceritakan di tulisan berikutnya deh..takut
kepanjangan..
AKSI LONG
MARCH MENUJU BUNDERAN Hiii..!
Hari
ini tepat 3 Bulan sejak keberangkatan gw ke Australia..Alhamdulillah 3 bulan gw
lalui dengan adaptasi yang cukup baik..dan sehat wal afiat..itu yang
terpenting. Nilai2 kuliah juga ga ada yang jelek..walau kayanya ga semua Distinction..karena
harapan dan kenyataan seringkali tidak kompak..subject yang satu udah
mati2an ngerjain..eeh dapetnya standar..yang satu ngerjain mepet2 seadanya..eeh
dapetnya baguss..misi gw sekarang selain dapat ilmu, wawasan dan jaringan..gw
harus bisa kompetitif di depan temen2 dari Negara lain..dan bisa membuat temen2
itu ngeliat bahwa Indonesia itu ga bisa dianggap remeh. Nilai yang bagus
tentunya bisa jadi salah satu indikator seberapa kompetitif nya gw.
Bismillah..semoga ga malu2in..
Tulisan
ini akan bersambung..karena ini baru seperempat perjalanan..
Long march
ini akan terus berlanjut dibawah teriknya Spring dan panasnya Summer
di Australia..
Dengan hati yang rindu suasana, keluarga dan kawan2 di
Indonesia..
Dengan batin yang syahdu penuh syukur atas apa yang sudah gw
lewati..
Dengan itikad baik dan semangat yang bertalu untuk menuntaskan apa yang sudah gw dimulai..
Buat
orang-orang terdekat..mungkin jarak telah jauh memisahkan..tapi kita menatap
aplikasi Whatsapp, Path, Skype, Facebook, dan mungkin twitter yang sama.. (iya
deh..langit yang sama juga..)
Sampai
jumpa di hari itu..hari dimana kau akan kuberi senyum termanis dan sapa
terhangat..
“Assalamu’alaykum..
Hiii..! :) “
Wollongong,
1
Agustus 2014
Gifar yang baik hati dan tidak songong.
Wednesday, 18 June 2014
Sejenak untuk Sesaat
Saat tempat makin berjarak..
Saat posisi tak lagi dekat..
Baru lah batin kita berteriak..
Memaki rindu bayang para sahabat..
Saat sadar perlahan terisak..
Saat hati tak lagi merapat..
Baru lah batin tersiram sesak..
Ditampar rasa sesal yg mengumpat.."terlambat..."
Selagi nyawa masih menyala..
Selagi mata masih bisa membuka..
Sadarilah bahwa diri ini penuh cela..
Semoga di hari nanti Cita tak berduka..
Friday, 30 May 2014
Hujan di Wollongong
Hujan di Wollongong..
Membantu dingin menyusup dalam senyap..
Membius telinga bergeming dalam peka..
Menyiram hati yang hening menggema..
Hujan di Wollongong..
Memaksa jemari kepal merapat..
Bersamaan dengan angan yang meluncur cepat..
Menuju telaga kenangan yang patut diingat.
Hujan di Wollongong..
Membuat lambung berbisik memanggil-manggil namanya..
Namun hati ini teguh..
Tidak!!
Malam ini tidak akan ada Indomie terseduh.
Membantu dingin menyusup dalam senyap..
Membius telinga bergeming dalam peka..
Menyiram hati yang hening menggema..
Hujan di Wollongong..
Memaksa jemari kepal merapat..
Bersamaan dengan angan yang meluncur cepat..
Menuju telaga kenangan yang patut diingat.
Hujan di Wollongong..
Membuat lambung berbisik memanggil-manggil namanya..
Namun hati ini teguh..
Tidak!!
Malam ini tidak akan ada Indomie terseduh.
Subscribe to:
Posts (Atom)









